Social Icons

Pages

Tampilkan posting dengan label kedaulatan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kedaulatan. Tampilkan semua posting

Kamis, 30 Oktober 2014

Militer dan Kedaulatan Negara




Tanpa kekuatan militer yang memadai kedaulatan suatu bangsa akan terancam bahaya. Kita tahu sendiri, sebuah wilayah negera membutuhkan pasukan-pasukan untuk menjaga garis-garis perbatasan agar orang-orang asing atau tepatnya prajurit-prajurit asing yang ada di negara tetangga tidak bisa masuk dengan sembarangan ke dalam wilayah Negara.

Tentunya kita masih ingat dengan santernya berita mengenai patok-patok perbatasan di Kalimantan yang dipindah secara diam-diam oleh warga-warga Negara Tetangga, kan? Ketika militer suatu negara dipandang rendah atau bahkan dianggap tidak mampu, maka itu bisa berimbas pada kedaulatan negara itu sendiri. Dengan mudah negara-negara lain akan mencuri, melanggar batas-batas negara, atau bahkan secara terang-terangan bisa mengagresi negara tersebut kalau Negara tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

Machiavelli, yang memiliki nama lengka Nicolo Machiavelli, seorang filsuf politik di era renaisance Italia, dalam bukunya  “Principe” menulis, “Tidak mungkin ada hukum-hukum  yang baik, jika tidak ada senjata-senjata yang baik dan dimana ada senjata-senjata yang baik, disitu ada hukum yang baik.” Lebih jauh dia menasehatkan, “seorang raja , tidak boleh mempunyai tujuan atau pikiran lain, atau mempelajari sesuatu yang lain, kecuali perang dan organisasi serta disipilinya.” Bukunya “Discorsi” juga membahas pikiran yang sama, di mana dia menarik kesimpulan, “dasar suatu Negara-negara  adalah suatu organisasi militer yang baik.”

Mengapa Machiavelli sampai mengatakan hal seperti itu?
Pengalaman hidupnya telah memberi banyak pelajaran. Dia menyaksikan sendiri kotanya kehilangan kemerdekaan karena kegagalan organisasi militernya. Dia juga melihat sendiri Italia jatuh dari Negara yang merdeka menjadi Negara yang dikuasai tentara-tentara asing. Hanya seorang pemikir yang tajam, mampu melihat hubungan antara perubahan yang terjadi dalam organisasi militer dan perkembangan-perkembangan revolusioner dalam kehidupan social dan politik. Bagi pemikir biasa hubungan antara sebab dan akibat dalam kemajuan-kemajuan militer hanya sebatas tentang ditemukanya bahan peledak, senjata api, dan artileri semata.

Machiavelli menaruh perhatian besar pada masalah-masalah kemiliteran karena dia merasakan pengaruh masalah ini pada perkembangan peristiwa-peristiwa politik umumnya. Dalam buku-bukunya, seperti “Tata cara Perang”, “Principe”, Discorsi”, Machiavelli meninjau sekaligus menkritik lembaga-lembaga militer di jamannya.
 
 
Blogger Templates