Social Icons

Pages

Featured Posts

Jumat, 31 Oktober 2014

Mengenali Suku Jawa (2)


Sebagian besar orang Jawa menganut agama Islam, tapi tidak sedikit yang menganut agama Kristen, Katolik maupun hindu dan Buddha. Selain kelima agama tersebut, ada juga istilah kejawen di mana istilah tersebut merupakan suatu kepercayaan pada apa yang telah diajarkan para leluhur. Kepercayaan ini pada dasarnya berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh agama Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal kerana sifat asimilasi kepercayaannya, dengan semua budaya luar diserap dan ditafsirkan mengikut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadang kalanya menjadi kabur.

Masyarakat Jawa juga terkenal dengan pembagian golongan sosialnya. Pada dekad 1960-an, Clifford Geertz, pakar antropologi Amerika Serikat yang ternama, membagi masyarakat Jawa menjadi tiga buah kelompok:
1. Kaum santri
2. Kaum abangan
3. Kaum priyayi.

Menurut beliau, kaum santri adalah penganut agama Islam yang warak. Kaum abangan adalah penganut Islam pada nama saja atau penganut Kejawen, dengan kaum priyayi merupakan kaum bangsawan. Tetapi kesimpulan Geertz ini banyak ditentang kerana ia mencampurkan golongan sosial dengan golongan kepercayaan. Pengelasan sosialnya juga dicemari oleh penggolongan kaum-kaum lain, misalnya orang-orang Indonesia yang lain serta juga suku-suku bangsa bukan pribumi seperti keturunan-keturunan Arab, Tionghoa dan India.

Mengenali Suku Jawa



Indonesia terkenal dengan berbagai macam suku, budaya, bahasa, maupun ras. Ada begitu banyak suku yang tinggal di Negara ini, sehingga kalau mau dijelaskan satu per satu pun susah. Suku yang mendominasi negara ini adalah suku Jawa, lalu ada suku Sunda, dayak, Batak, Bugis, maupun suku-suku lainnya. Masing-masing dari suku ini memiliki kekhasan maupun adat istiadat yang berbeda. Mari kita mulai dari suku yang populasinya mendominasi, yaitu suku Jawa.

Suku Jawa
Suku Jawa adalah suku bangsa yang terbesar di Indonesia, dengan jumlahnya di sekitar 90 juta. Mereka berasal dari pulau Jawa dan menghuni khususnya di provinsi Jawa Tengah serta Jawa Timur tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja di Jakarta.

Sebagian besar suku bangsa Jawa menuturkan bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan harian. Sebuah tinjauan pendapat yang dijalankan oleh Majalah Tempo pada awal dekad 1990-an menunjukkan bahawa hanya sekitar 12% daripada orang-orang Jawa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertuturan harian. Sekitar 18% menggunakan campuran bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, dengan yang lain menuturkan bahasa Jawa sebagai bahasa utama mereka.

Adapun 4 tingkatan bahasa tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Ngoko lugu >> bahasa jawa yang biasa digunakan untuk orang yang sepantaran usianya.
2. Ngoko alus >> campuran antara bahasa jawa ngoko dengan krama. Bahasa ini dipakai untuk orang yang lebih tua kepada yang muda.
3. Krama alus >> bahasa jawa yang dipakai untuk orang yang muda kepada yang tua.
4. Krama inggil >> bahasa jawa yang biasanya dipakai untuk orang-orang dengan strata lebih tinggi.

Ada pula beberapa tempat wisata andalan di jawa tengah, jawa barat, maupun jawa timur.

Kamis, 30 Oktober 2014

Teori Mengenai Perang menurut Machiavelli




Machiavelli menaruh perhatian besar pada masalah-masalah kemiliteran karena dia merasakan pengaruh masalah ini pada perkembangan peristiwa-peristiwa politik umumnya. Dalam buku-bukunya, seperti “Tata cara Perang”, “Principe”, Discorsi”, Machiavelli meninjau sekaligus menkritik lembaga-lembaga militer di jamannya.

Ketiadaan hubungan antara system politik di Italia dan alat kemiliteranya benar-benar disadari oleh Machiavelli.  Ada satu doktrin fundamental yang tidak benar, dimana orang-orang Italia menjalankan perang-perang mereka. “Tidaklah bisa dinamakan perang jika didalamnya orang tidak saling membunuh, kota-kota tidak dirampoki, atau jika wilayah-wilayah tidak hancurkan.”

Dalam doktrin tersebut, penghancuran Negara musuh menjadi target utama dari sebuah perang dan dalam perjuangan semcam itu apa saja diperbolehkan. Machiavelli pun mengomentari doktrin tersebut. Ia pun berkata, “Jika dia bisa menang dengan tipu muslihat dia tidak pernah berusaha untuk menang dengan jalan kekerasan, karena dia berpendapat bahwa kemenanganlah yang akan membawa kejayaan bagi pemenangya, bukan cara mendapatkan kemenangan itu”.

Machiavelli berpendapat bahwa perhatian seorang jenderal tidak boleh terbatas pada tindakan-tindakan militer semata. Seringkali, Machiavelli dikecam karena pandanganya yang seolah-olah keliru terhadap pentingnya penemuan artileri dan karena meremehkan peranan uang dalam perang. Padahal, Machiavelli melihat itu hanya salah satu bagian dari masalah umum tentang perang.

Dalam bukunya, di salah satu bab yang berjudul, “uang bukanlah jiwa dari peperangan walaupun umumnya dianggap demikian”, dia menarik kesimpulan bahwa, masalahnya bukan terletak pada emas, tetapi pada kualitas prajurit-prajurit militer. Sebab kesuksesan mereka tergantung dari kualitas prajurit tersebut. Baginya, prajurit-prajurit bagus tidak akan sulit mendapatkan emas, sedangkan belum tentu emas dapat membeli prajurit-prajurit berkualitas baik seperti ini.

Militer dan Kedaulatan Negara




Tanpa kekuatan militer yang memadai kedaulatan suatu bangsa akan terancam bahaya. Kita tahu sendiri, sebuah wilayah negera membutuhkan pasukan-pasukan untuk menjaga garis-garis perbatasan agar orang-orang asing atau tepatnya prajurit-prajurit asing yang ada di negara tetangga tidak bisa masuk dengan sembarangan ke dalam wilayah Negara.

Tentunya kita masih ingat dengan santernya berita mengenai patok-patok perbatasan di Kalimantan yang dipindah secara diam-diam oleh warga-warga Negara Tetangga, kan? Ketika militer suatu negara dipandang rendah atau bahkan dianggap tidak mampu, maka itu bisa berimbas pada kedaulatan negara itu sendiri. Dengan mudah negara-negara lain akan mencuri, melanggar batas-batas negara, atau bahkan secara terang-terangan bisa mengagresi negara tersebut kalau Negara tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

Machiavelli, yang memiliki nama lengka Nicolo Machiavelli, seorang filsuf politik di era renaisance Italia, dalam bukunya  “Principe” menulis, “Tidak mungkin ada hukum-hukum  yang baik, jika tidak ada senjata-senjata yang baik dan dimana ada senjata-senjata yang baik, disitu ada hukum yang baik.” Lebih jauh dia menasehatkan, “seorang raja , tidak boleh mempunyai tujuan atau pikiran lain, atau mempelajari sesuatu yang lain, kecuali perang dan organisasi serta disipilinya.” Bukunya “Discorsi” juga membahas pikiran yang sama, di mana dia menarik kesimpulan, “dasar suatu Negara-negara  adalah suatu organisasi militer yang baik.”

Mengapa Machiavelli sampai mengatakan hal seperti itu?
Pengalaman hidupnya telah memberi banyak pelajaran. Dia menyaksikan sendiri kotanya kehilangan kemerdekaan karena kegagalan organisasi militernya. Dia juga melihat sendiri Italia jatuh dari Negara yang merdeka menjadi Negara yang dikuasai tentara-tentara asing. Hanya seorang pemikir yang tajam, mampu melihat hubungan antara perubahan yang terjadi dalam organisasi militer dan perkembangan-perkembangan revolusioner dalam kehidupan social dan politik. Bagi pemikir biasa hubungan antara sebab dan akibat dalam kemajuan-kemajuan militer hanya sebatas tentang ditemukanya bahan peledak, senjata api, dan artileri semata.

Machiavelli menaruh perhatian besar pada masalah-masalah kemiliteran karena dia merasakan pengaruh masalah ini pada perkembangan peristiwa-peristiwa politik umumnya. Dalam buku-bukunya, seperti “Tata cara Perang”, “Principe”, Discorsi”, Machiavelli meninjau sekaligus menkritik lembaga-lembaga militer di jamannya.

Rabu, 29 Oktober 2014

Rotasi dan Revolusi Bumi


Bumi adalah salah satu planet, dari planet-planet dalam tata-surya. Seperti yang terjadi pada planet-planet lain, bumi juga mengalami dua macam gerak putaran, yaitu gerak rotasi dan gerak revolusi. Gerak rotasi adalah gerakan putaran bumi mengelilingi sumbu. Adapun sumbu gerak rotasi bumi adalah garis yang melalui kutub utara dan kutub selatan bumi. Sedangkan pada gerak putar revolusinya, bumi bergerak putar dengan mengelilingi matahari.

Gerak Rotasi
Gerak rotasi bumi menyebabkan adanya waktu siang dan malam hari di Bumi. Siang hari adalah waktu bagi sebagian permukaan bumi yang terkena cahaya matahari oleh karena sedang berposisi menghadap matahari. Sedangkan malam hari adalah waktu bagi sebagian permukaan Bumi yang tidak terkena cahaya matahari oleh karena berposisi membelakangi matahari.

Waktu yang diperlukan Bumi untuk melakukan satu kali gerak rotasi adalah 24 jam. Ini berarti bahwa permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan sekitar 0,5 km/detik. Karena gerak rotasi adalah gerak yang mengelilingi sumbu yang melalui kutub utara dan kutub selatan Bumi, maka di kedua titik kutub kecepatan putar Bumi adalah nol. Dapat dikatakan bahwa kecepatan gerak rotasi terbesar Bumi terjadi di katulistiwa, dan kecepatan tersebut semakin berkurang dengan semakin dekat posisi suatu tempat dengan kutub, dan akhirnya berharga nol di kedua titik kutub.

Gerak Revolusi
Gerak revolusi adalah gerakan Bumi mengelilingi matahari, melalui lintasan yang disebut orbit. Karena jarak Bumi ke matahari jauh lebih besar dari ukuran garis tengah Bumi, maka gerak revolusi Bumi berlangsung jauh lebih lama dari gerak rotasi Bumi, karena memiliki orbit yang jauh lebih panjang daripada keliling Bumi.

Gerak revolusi Bumi menyebabkan adanya perbedaan musim di permukaan Bumi. Waktu yang diperlukan untuk satu putaran revolusi adalah 1 tahun. Dengan jarak rata-rata Bumi ke matahari yang bernilai sekitar 15 juta km, berarti bahwa Bumi bergerak revolusi dengan kecepatan sekitar 30 km/detik.

Tipe-tipe Penjahat


Berdasarkan tradisi hukum (peradilan) yang demokratis bahkan seorang yang mengaku telah melakukan suatu kejahatan ataupun tidak dipandang sebagai seorang penjahat sampai kejahatannya dibuktikan menurut proses peradilan yang telah ditetapkan.

Di Indonesia secara tegas tidak dijumpai orang yang disebut penjahat; dalam proses peradilan pidana, kita hanya mengenal secara resmi istilah-istilah : tersangka, tertuduh, terdakwa dan terhukum atau terpidana. Sedangkan kata-kata seperti penjahat, bandit, bajingan hanya dalam kata sehari-hari yang tidak mendasar pada ketentuan hukum.

A. Adapun tipe atau jenis-jenis menurut penggolongan para ahlinya adalah sebagai berikut ;
1. Penjahat dari kecenderungan (bukan karena bakat).
2. Penjahat karena kelemahan (karena kelemahan jiwa sehingga sulit menghindarkan diri untuk tidak berbuat).
3. Penjahat karena hawa nafsu yang berlebihan ; dan putus asa.
4. penjahat terdorong oleh harga diri atau keyakinan.

B. Pembagian menurut Seelig :
1. Penjahat karena segan bekerja.
2. Penjahat terhadap harta benda karena lemah kekuatan batin untuk menekan godaan.
3. Penjahat karena nafsu menyarang.
4. Penjahat karena tidak dapat menahan nafsu seks.
5. Penjahat karena mengalami krisis kehidupan
6. Penjahat terdorong oleh pikirannya yang masih primitive.
7. Penjahat terdorong oleh keyakinannya.
8. Penjahat karena kurang disiplin kemasyarakatan.
9. Penjahat campuran ( gabungan dari sifat-sifat yang terdapat pada butir 1 s/d 8 )

C. Pembagian menurut Capelli
1. Kejahatan karena factor-faktor psikopathologis, yang pelakunya terdiri dari

a) Orang-orang yang sakit jiwa.
b) Orang-orang yang berjiwa abnormal (sekalipun tidak sakit jiwa).

2. Kejahatan karena factor-faktor cacad atau kemunduran kekuatan jiwa dan raganya,yang dilakukan oleh :
a) Orang-orang yang menderita cacad setelah usia lanjut.
b) Orang-orang menderita cacad badaniah atau rohaniah sejak masa kanak-kanak ; sehingga sukar menyesuaikan diri di tengah masyarakatnya.

3. Kejahatan karena factor-faktor social yang pelakunya terdiri dari :
Penjahat kebiasaan.
a) Penjahat kesempatan,karena menderita kesulitan ekonomi atau kesulitan fisik.
b) Penjahat yang karena pertama kali pernah berbuat kejahatan kecil yang sifatnya kebetulan dan kemudian berkembang melakukan kejahatan yang lebih besar dan lebih sering.
c) Orang-orang yang turut serta pada kejahatan kelompok seperti, pencurian-pencurian di pabrik dan lain sebagainya.

Bila kita perhatikan kategori jenis-jenis pelanggar hukum atau disebut dalam bahasa inggris Criminal, yang sementara kita alih bahaskan dengan penjahat ; maka terdapat diantarnya penjahat yang dalam melakukan kejahatannya dengan:

1. Kesadaran yang memang sudah merupakan pekerjaannya (professional criminal). Yang dapat dilakukan oleh perorangan seperti penjahat-penjahat bayaran, yang diupah untuk menganiaya atau bahkan membunuh. Atau dilakukan secara kelompok dan teratur seperti dalam bentuk kejahatan yang diorganisir (beda misalnya Donald R Cressey “Criminal Organization”,Heiniman Educational Books,London,1972)

2. Kesadaran bahwa tindakan tersebut harus dilakukan sekalipun merupakan pelanggaran hokum ; yaitu penjahat yang melakukan kejahatan dengan ditimbang-timbang atau dengan persiapan terlebih dahulu.


3. Kesadaran bahwa pelaku tidak diberi kesempatan oleh masyarakat atau pekerjaan dalam masyarakat tak bias memberi hidup,sehingga memilih menjadi resdidivisi.

Selasa, 28 Oktober 2014

Makna Sumpah Pemuda




Hari ini merupakan hari Sumpah Pemuda, di mana beberapa puluh tahun lalu, para pemuda Indonesia berkumpul dan mengumumkan deklarasinya, sebagai pemuda-pemuda yang memiliki satu tanah air, satu bangsa, serta satu bahasa. Dalam kongres tersebut pun, untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya diperdengarkan oleh WR Supratman.

Dalam teks sumpah pemuda, terlihat bagaimana kaum pemuda dulu ingin menyatukan bangsa ini. Lewat sumpahnya di kalimat pertama, mengenai bertanah air satu yaitu tanah Air Indonesia. Lalu dilanjutkan mengenai berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia, yang mengingatkan kita, betapa pluralnya bangsa Indonesia sehingga dalam jati diri tiap kesukuan bangsa, diharapkan kita mengingat, bahwa kita merupakan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Keberagaman suku membuat Indonesia memiliki kekayaan budaya, dari pakaian, kuliner, sampai ada-istiadat. Hal ini juga mempengaruhi bahasa kita, di mana setiap suku memiliki bahasa serta dialek yang berbeda-beda. Dalam sumpah ketiga di dalam sumpah pemuda, mengisyaratkan bahwa kita semua memiliki bahasa yang mempersatukan yaitu bahasa Indonesia. Dengan adanya bahasa Indonesia, komunikasi di antara kita akan lebih lancar dan baik, karena satu sama lain bisa memahami maksud serta artinya.
 
 
Blogger Templates